Indeks Dollar AS masih meneruskan penguatannya kemarin. Penguatan dollar
AS ini berkaitan dengan kemungkinan hasil rapat moneter Bank Sentral AS
(Fed), yang akan dirilis dinihari nanti, akan bernada hawkish (atau
mendukung kenaikan suku bunga acuan).
Hasil rapat moneter Fed akan menentukan arah pergerakan dollar AS ke
depannya. Sikap hawkish akan mendorong penguatan dollar AS lebih tinggi
lagi. Namun bila muncul sikap dovish, dollar AS bisa terkoreksi tajam.
Sebelumnya pasar akan disuguhkan data ekonomi penting AS yaitu data
Non-farm Payrolls versi ADP dan data GDP kuartal ke-2 AS pengukuran
pertama. Kedua data ini akan dijadikan barometer terhadap kemungkinan
kebijakan moneter Fed ke depannya. Data yang lebih bagus dari ekspektasi
bisa mendorong penguatan dollar AS dan pasar cukup optimis dengan
proyeksi data yang rata-rata bagus.
Dari Eropa, data ekonomi yang akan dirilis yaitu data CPI Jerman dan
Spanyol, GDP Spanyol dan Survei Barometer Ekonomi Swiss versi KOF.
Data-data ekonomi dari Eropa ini rata-rata juga diprediksi lebih bagus
dari hasil bulan sebelumnya. Hasil yang bagus bisa menahan pelemahan
nilai tukar euro. Namun perhatian pasar akan lebih ke data-data ekonomi AS.
Sementara pagi ini telah dirilis data Produksi Industri Jepang Bulan
Juni yang hasilnya -3,3%, di bawah perkiraan para analis -1,0% dan data
bulan sebelumnya yang +0,7%. Hasil ini sempat menekan indeks saham
Nikkei pada awal sesi.
Malam ini, dari bursa saham AS akan dirilis beberapa laporan earnings
dari Goodyear, MetLife, Sprint Nextel dan Thomson Reuters Corp. Semalam
indeks saham AS mendapatkan tekanan dari pengetatan sangsi ekonomi oleh
AS dan Eropa terhadap Rusia yang dikhawatirkan akan menekan laju
pertumbuhan ekonomi global.

0 Response to "Pasar Menanti GDP Dan Hasil Rapat Moneter Bank Sentral AS"
Post a Comment